Asam Urat—Penyebab, Gejala, Pantangan, dan
Pengobatannya
Asam urat sekarang termasuk penyakit
yang cukup sering menyerang, khususnya pada orang yang sudah berusa 30 tahun
lebih. Anda jangan menganggap penyakit ini sebagai penyakit ringan. Penyakit asam
urat merupakan penyakit yang harus diwaspadai, sebab jika sudah meradang maka
penyakit ini akan menyebabkan rasa sakit yang luar biasa. Sekarang, kami akan
menghadirkan informasi terkait penyakit ini, mulai dari penyebab, gejala,
pantangan serta bagaimana pengobatan yang perlu untuk dilakukan.
Bacalah artikel ini dan Anda akan
memiliki pengetahuan tambahan terkait penyakit ini dan dapat lebih
berhati-hati. Kadar asam urat seseorang dipengaruhi dari pola makannya,
pemilihan pola makan bagi penderita penyakit ini tidak boleh sembarangan jika
tak ingin kambuh. Mari baca selengkapnya.
Rasa
Sakit yang Mengganggu
Asam urat dapat menyebabkan rasa
sakit yang benar-benar mengganggu, khususnya di bagian sendi – Yang cukup
sering terjadi pada sendi jempol kaki. Orang dengan asam urat akan mengalami
bengkak kemerahan pada sendi jempol kaki mereka, itu adalah salah satu
ciri-cirinya.
Penyakit ini adalah penyakit sejenis
radang sendi, dan diakibatkan karena natrium urat yang mengkristal pada bagian
dalam ataupun pada sekitar sendi manusia. Penyakit ini juga dikenal dengan nama
lain penyakit Gouw atau pirai dan asam urat hanyalah satu contoh dari begitu
banyak variasi penyakit radang sendi, kesemuanya merupakan penyakit yang
berlainan.
Gejala
Asam Urat
Penyakit ini umumnya juga diikuti
oleh gejala yang dapat dirasakan langsung, tetapi gejala tersebut biasanya
muncul dengan tiba-tiba, kemudian berlangsung sampai dengan 3 – 10 hari. Puncak
rasa sakit yang dirasakan oleh penderita yaitu pada waktu 6 sampai dengan 40
jam pertama dari serangan asam urat yang telah dimulai.
Sesudah 3 sampai dengan 10 hari,
umumnya rasa sakit di bagian sendi dapat menghilang, lalu sendi akan kembali
seperti sedia kala, pembengkakan tak terlihat lagi. Walaupun memang terlihat
telah sembuh, tetapi radang sendi karena asam urat tersebut masih tetap dapat
kambuh lagi sewaktu-waktu, khususnya jika pola makan tidak dijaga dengan baik.
Gejala lain dari asam urat yaitu:
- Sendi linu, ngilu, dan terkadang terasa kesemutan.
- Pada pagi hari, persendian akan terasa nyeri, juga terkadang ketika malam hari tiba.
- Sendi merasa nyeri dan terjadi berulang kali.
- Yang diserang umumnya adalah jari tangan, jari kaki, tumit, dengkul, siku, dan pergelangan tangan.
- Di beberapa kejadian yang cukup parah, persendian pada pasien asam urat akan terasa benar-benar sakit, khususnya saat pasien tersebut menggerakkan sendinya
- Jika ingin mengerti dengan lebih pasti, maka penderita asam urat sebaiknya melakukan pemeriksaan pada laboratorium – Hasil pemeriksaan akan lebih jelas dan tentunya lebih pasti, penanganan yang tepat pun akan bisa diberikan.
Makanan
Pantangan Penderita Asam Urat
Seperti disebutkan sebelumnya jika
seseorang yang menderita penyakit ini tidak boleh makan sembarangan makanan.
Berikut daftar makanan pantangan yang harus dihindari oleh pasien asam urat:
- Macam makanan laut (seafood), contohnya kepiting, udang, remis, sotong, kerang, gurita, ikan sarden, ikan teri, dan tiram.
- Macam jeroan, contohnya babat, ginjal, usus, limpa, paru-paru, otak dan hati. Memang jeroan merupakan makanan yang tidak menyehatkan dan sebaiknya dihindari.
- Ekstrak daging, penderita asam urat juga sebaiknya menghindari konsumsi dendeng dan abon.
- Kelelawar dan burung
- Makanan kalengan, pasien asam urat sebaiknya juga menghindari macam-macam makanan kalengan, contohnya ikan sarden, kornet sapi, daging babi dan daging sapi.
- Angsa, kalkun dan bebek.
- Daging babi, daging kambing, daging sapi, daging anjing, daging kuda dan daging kerbau.
- Makanan yang kaya protein, darah dan lemak.
- Macam buah-buahan tertentu, contohnya air kelapa, nanas dan durian.
- Makanan yang bersantan ataupun digoreng, juga yang dimasak menggunakan mentega atau margarin.
- Macam kacang-kacangan, contohnya kacang tanah, olahan kacang kedelai, emping atau melinjo, tauge dan kacang hijau.
- Macam sayur-sayuran, contohnya bayam, kembang kol, buncis, asparagus, jamur kuping, daun pepaya, daun ubi atau singkong, lombok atau cabe dan sayur kangkung.
- Es krim, krim, kaldu maupun kuah daging yang kental.
Itulah beberapa daftar makanan yang
harus dipantang oleh penderita asam urat.
Meringankan
Gejala Asam Urat
Asam urat
dapat ditangani dengan cara meringankan gejala penyakit tersebut, dan cara
kedua yaitu dengan mencegah serangan terjadi kembali. Untuk meringankan gejala
penyakit ini, Anda dapat menempelkan kantung es ke bagian sendi yang Anda rasa
sakit.
Penyebab
Asam Urat
Sekarang apa sesungguhnya penyebab
di balik terjadinya penyakit ini pada manusia? Asam urat adalah limbah yang
terbentuk karena pemecahan zat purin pada sel tubuh manusia. Setiap hari, asa
tersebut akan dibuang dari dalam tubuh melalui kerja organ ginjal. Jika jumlah
yang dibuang itu lebih sedikit dibandingkan jumlah produksi, sisanya pun akan
menumpuk pada sekitar sendi, dengan bentuk kristal tajam natrium urat.
Penumpukan serta pembentukan kristal selama bertahun-tahun inilah yang bahaya
dan tidak Anda sadari, dan menjadi dasar serangan asam urat.
Kristal yang menumpuk bisa membentuk
gumpalan keras (Tofi), Tofi ini mengakibatkan kerusakan di tulang rawan sendi
beserta sekitarnya. Apabila tak segera disembuhkan, maka dapat mengarah ke
kerusakan sendi yang bersifat permanen. Jika ini yang telah terjadi, sendi pun
akan terasa sakit dan kaku saat dicoba digerakkan.
Demikianlah informasi mengenai
penyebab, gejala, pantangan, dan pengobatan asam urat. Dengan mengetahui
berbagai informasi penting mengenai penyakit asam urat, Anda jadi bisa lebih
berhati-hati lagi dalam mencegah penyakit ini. Karena penyakit ini bisa
menyerang siapa pun, apalagi yang pola makannya sembarangan dan asal pilih
makanan. Dan bagi yang sudah terlanjur terkena asam urat, informasi ini bisa
berguna dalam mencegah penyakit ini bertambah parah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar